Khazanah Pantun · Tema

Pantun Berkait

Pantun berangkai, satu rangkap menyambung rangkap.

Berkait

Kupu-kupu terbang melintang,terbang di laut di hujung karang *,Hati di dalam menaruh bimbang,dari dahulu sampai sekarang *#.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Terbang di laut di hujung karang *,burung nasur (nasar) terbang ke Padang *#*,Dari dahulu sampai sekarang *#,banyak muda sudah kupandang *#*#.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Burung nasur terbang ke Padang *#*,bulunya lagi jatuh ke Patani *#*#*,Banyak muda sudah kupandang *#*#,tiada sama mudaku ini *#*#*#.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Bulunya lagi jatuh ke Patani *#*#*,dua puluh anak merpati,Tiada sama mudaku ini *#*#*#,sungguh pandai membujuk hati.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Buah ara, batang dibantun,Mari dibantun dengan parang.Hai saudara dengarlah pantun,Pantun tidak mengata orang.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Mari dibantun dengan parang,Berangan besar di dalam padi.Pantun tidak mengata orang,Janganlah sak di dalam hati.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Berangan besar di dalam padi,Rumpun buluh dibuat pagar.Jangan sak di dalam hati,Maklum pantun saya belajar.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Pulau Pandang jauh ke tengah,Gunung Daik bercabang tiga,Hancur badan dikandung tanah,Budi yang baik dikenang juga.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Gunung Daik bercabang tiga,Tampak jauh dari seberang,Budi yang baik dikenang juga,Khidmat bakti disanjung orang.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Tampak jauh dari seberang,Tegak berdiri bagai raksasa,Khidmat bakti disanjung orang,Orang berbudi kita berbahasa.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Di atas pokok burung bersarang,Burung terbang di ruang angkasa,Dalam kita ada terlarang,Jangan sekali membuat dosa.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Burung terbang di ruang angkasa,Jatuh ke laut lalu tenggelam,Jangan sekali membuat dosa,Wahai umat beragama Islam.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Jatuh ke laut lalu tenggelam,Sayap patah badan terbelah,Wahai umat beragama Islam,Tetapkan iman kepada Allah.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Beragam bunga terbit dari tangkainya,Harumnya bikin elus beta punya hati,Lelah ini jiwa sekadar untuk meraba,Cinta tak kunjunglah jua beta rasai.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Harumnya bikin elus beta punya hati,Seakan takkan pernah tutup matanya,Cinta tak kunjunglah jua beta rasai,Hancur batin ditumbuk nestapa.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Seakan takkan pernah tutup matanya,Terus tersenyum bunga tiada malu,Hancur batin ditumbuk nestapa,Kotor hati jadi langsung mengguru.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Terus tersenyum bunga tiada malu,Karna memang di dunia itu tugasnya,Kotor hati jadi langsung mengguru,Beta jadi bingung mau jalan kemana.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Karna memang di dunia itu tugasnya,Siap kalau ada rasa orang mau berbagi,Beta jadi bingung mau jalan kemana,Mampus beta punya hati dikoyak sepi.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Siap kalau ada rasa orang mau berbagi,Bunga memang dikau itu pelipur lara,Mampus beta punya hati dikoyak sepi,Teguk sempitnya hari beta kawan derita.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Kalau tuan pergi ke Tanjung,Belikan saya pisau lipat,Kalau tuan menjadi burung,Saya menjadi benang pengikat.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Kalau tuan pergi ke Kelang,Saya hantar sampai ke Linggi,Kalau tuan menjadi helang,Saya menjadi kayu tinggi.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Anak ayam turun sepuluh,Mati satu tinggal sembilan,Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh,Supaya engkau tidak ketinggalan.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Anak ayam turun sembilan,Mati satu tinggal delapan,Ilmu boleh sedikit ketinggalan,Tapi jangan sampai putus harapan.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Oh bulan kemana bintang,Atas pucuk kayu ara,Oh tuan kemana hilang,Dalam bilik anak dara.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Atas pucuk kayu ara,Lebat daunnya pokoknya rindang,Hilang kedalam bilik nak dara,Cuma meminta rokok sebatang.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Orang berpadi di tanah liat,Di Mekah banyak buah pedada,Mayat tiada dapat dilihat,Seperti merekah rasanya dada.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Serabi di muka pintu,Pergi ke parit hendak merayau,Maka sampai sehingga situ,Ratu Amas berbalik ke Riau.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Pergi ke Parit hendak merayau,Situlah banyak ubi kemili,Ratu Amas berbalik ke Riau,Duduk mendiam-diamkan diri.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Pisang emas bekal belayar,masak sebutir di atas peti;Hutang emas boleh dibayar,hutang budi bekal mati.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Masak sebutir di atas peti,buah menalu dari hulu;Hutang budi bekal mati,hutang malu dibayar malu.

Wikisource (CC BY-SA)
Berkait

Buah menalu dari hulu,batang berah dibelah-belah;Hutang malu dibayar malu,hutang darah dibayar darah.

Wikisource (CC BY-SA)